NAMA : ZAKIAH HARAHAP
FEK : HUKUM/ILMU HUKUM
No. HP :081268682595
KORUPSI BUKAN BUDAYA KAMI
Matamu berbinar-binar
Senyummu tersungging lebar
Hati kecilmu tunduk sejenak
Akal sehat musnah buyar
Melihat uang dollar di depan matamu
Tapi kau tak sadar…..
Payahnya hidup anak negeri
Membanting tulang setiap hari
Demi mengais sesuap nasi
Bangga, bangga, bangga……..
Kau banggakan yang kau dapati
Kau hanya duduk di kursi menggoyang-goyangkan kaki
Uang habis rakyat kau poroti
Sudah berapa banyak kau titikkan kepedihan
Dihati menusia yang tak berdosa
Padahal mereka kasih kamu kepercyaan
Kau khianati mereka karena kepentinganmu sendiri
Ingat!!!
Kau akan dilempar ke jurang
Memar lebam kau dipukuli
Tamatlah riwayatmu wahai maling berdasi.
PENYAKIT KRONIS
By : Yulidarni (085263896086)
Korupsi….
Ibarat kanker kronis di negeri ini..
Itu lah penyakit berbahaya…
Tak bisa lagi disembuhkan…
Melanda semua kalangan di negeri ini…
Dari pegawai biasa hingga luar biasa…
Wahai para pejabat negeri…
Jangan… jangan…
Jangan lakukan itu lagi pada kami..
Rakyat yang tak berdaya..
Rakyat yang lemah..
Rakyat yang butuh pangkuan…
Butuh dekapan lembut dari pemimpinnya..
Jangan… jangan…
Jangan kami dibohongi..
Jangan kami dikelabui lagi…
Cukup sandiwara di pemerintahan…
Bukannya kami tak tahu…
Bukan kami tak mengerti…
Kami hanya tak mampu melawan itu semua…
Wahai pemimpinku..
Wahai imam negeri ini…
Kami rindukan kedamaian..
Kami rindukan ketentraman…
Kami juga rindukan kesejahteraan…
Tolong kembalikan semua itu pada kami lagi…
Hilangkan penyakit korupsi…
Karena itu bukan budaya negeri ini…
NAMA : WISNU AULIA
BP : 1010533018
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI
MENGHADAPI KEMERDEKAAN TANPA CINTA
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Cinta yang direnggut
DIRENGGUT…!!!
Direnggut oleh penguasa jahannam
Penguasa tak punya otak
Dimana letak hatimu
Dimana letak otakmu
Dimana letak cintamu
Wahai tikus berdasi
Tidakkah kamu melihat
Tidakkah kamu memperhatikan
Tidakkah kamu merasa kasihan
Anak-anak menangis di balik gemerlapmu
Bapak-bapak mengais di balik istanamu
Ibu-ibu mengiris hati di balik pesonamu
Tidakkah kamu sadar
Kebahagiaan mereka engkau gerogoti
Wahai tikus laknat
Masih adakah pelangi
Di istana megahmu
Masih adakah seberkas cahaya sunrise
Di balik gemerlapmu
Masih adakah semangat pejuang kemerdekaan
Di balik jas indahmu
Masih adakah sedikit harapan
Untuk kami
Rakyatmu ini
Untuk merasakan
Sedikit kabahagiaan
Atas jasa kami
Untuk Indonesia kami ini
Wahai kucing terhormat
Dimanakah engkau bersembunyi saat ini
Tidakkah kamu melihat tikus itu
Dia telah mencuri makanan kami
Burulah mereka
Kejar mereka
Basmi mereka
Berantas tikus-tikus laknat itu
Tapi……
Apakah kamu sanggup
Apakah kamu berani
Atau jangan-jangan….
Kamu sudah genjatan senjata dengan tikus itu
Arrgghhh……
Kuharap kamu mampu
Kuharap kamu berani
Karena aku
Percaya kalian…!!!
Nama : Kevan Dharma
No. BP :0810452020
Prodi : Sistem Komputer
Fakultas : MIPA
KORUPSI BUKAN BUDAYA KAMI
“Korupsi Bukan Budaya kami”
Harapan anak negeri wahai ibu pertiwi..
Pemimpinmu telah berkuasa..
Tanpa mata, telinga, dan berdiri berpijak dimuka anak negeri..
Setitik jalan yang akan terus kau temukan wahai ibu pertiwi..
Mana sayup-sayup pejuangmu di kala bergejolak ingin satu kata ?
Tak bisakah kau rasakan denyut nadi itu kembali?
Tak berdarah, tak bercahaya, dan kelam menantang terang..
Dingin dan kaku, peganglah tangan negerimu wahai ibu pertiwi..
Telah lama kau biarkan darah ini mengalir di sungai – sungaimu..
Adakah kau dengar jeritan kelaparan anak-anak negerimu?
Telah hilang langit merah, tak berakhir pula keindahan di singasana pemimpin negeri..
Berapa lama lagi Indonesia cukup dengan satu kata yang hilang ?
Pemimpin negerimu lenyap..
Datang dengan diri terbawah, dan terpilih dari uang rakyat yang hilang..
Adakah kau dahulu mengajarkan KORUPSI wahai ibu pertiwi?
Tak beretika wahai ibu pertiwi..
Inikah yang ingin kau sampaikan untuk kesombongan anak negeri?
Bagai hujan di kala November, tak terlihat dan tidak pula disadari..
Merata, menghujam kota – kota di negerimu..
Wahai ibu pertiwi kembalikan kata itu kembali..
Hidupkan cahaya yang kelam..
Bimbinglah dengan cara pejuang – pejuang yang berdarah hanya untuk menghidupkanmu di hati..
KORUPSI bukan budaya kami, tetapi mengapa ada didarah mereka?
Apakah mereka bukan bagian dari kami ?
Apakah kami berada disisi lain dari mereka?
Tak perlu menjadi seekor singa untuk membuktikan bahwa engkau ada..
Jadilah seperti udara tak terlihat, berharga, tapi tak pernah hilang untuk kehidupan yang setengah abadi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar