Senin, 09 Januari 2012

Karya Peserta Puisi Pekan Anti Korupsi Anak Nagari (PEKANTORAN) BEM KM UNAND

NAMA : ZAKIAH HARAHAP
FEK       : HUKUM/ILMU HUKUM
No. HP :081268682595
KORUPSI BUKAN BUDAYA KAMI

Matamu berbinar-binar
Senyummu tersungging lebar
Hati kecilmu tunduk sejenak
Akal sehat musnah buyar
Melihat uang dollar di depan matamu
Tapi kau tak sadar…..
Payahnya hidup anak negeri
Membanting tulang setiap hari
Demi mengais sesuap nasi
Bangga, bangga, bangga……..
Kau banggakan yang kau dapati
Kau hanya duduk di kursi menggoyang-goyangkan kaki
Uang habis rakyat kau poroti
Sudah berapa banyak kau titikkan kepedihan
Dihati menusia yang tak berdosa
Padahal mereka kasih kamu kepercyaan
Kau khianati mereka karena kepentinganmu sendiri
Ingat!!!
Kau akan  dilempar ke jurang
Memar lebam kau dipukuli
Tamatlah riwayatmu wahai  maling berdasi.



PENYAKIT KRONIS 
By : Yulidarni (085263896086)
Korupsi….
Ibarat kanker kronis di negeri ini..
Itu lah penyakit berbahaya…
Tak bisa lagi disembuhkan…
Melanda semua kalangan di negeri ini…
Dari pegawai biasa hingga luar biasa…
Wahai para pejabat negeri…
Jangan… jangan…
Jangan lakukan itu lagi pada kami..
Rakyat yang tak berdaya..
Rakyat yang lemah..
Rakyat yang butuh pangkuan…
Butuh dekapan lembut dari pemimpinnya..
Jangan… jangan…
Jangan kami dibohongi..
Jangan kami dikelabui lagi…
Cukup sandiwara di pemerintahan…
Bukannya kami tak tahu…
Bukan kami tak mengerti…
Kami hanya tak mampu melawan itu semua…
Wahai pemimpinku..
Wahai imam negeri ini…
Kami rindukan kedamaian..
Kami rindukan ketentraman…
Kami juga rindukan kesejahteraan…
Tolong kembalikan semua itu pada kami lagi…
Hilangkan penyakit korupsi…
Karena itu bukan budaya negeri ini…

NAMA : WISNU AULIA
BP : 1010533018
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI

MENGHADAPI KEMERDEKAAN TANPA CINTA
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Cinta yang direnggut
DIRENGGUT…!!!
Direnggut oleh penguasa jahannam
Penguasa tak punya otak
Dimana letak hatimu
Dimana letak otakmu
Dimana letak cintamu
Wahai tikus berdasi
Tidakkah kamu melihat
Tidakkah kamu memperhatikan
Tidakkah kamu merasa kasihan
Anak-anak menangis di balik gemerlapmu
Bapak-bapak mengais di balik istanamu
Ibu-ibu mengiris hati di balik pesonamu
Tidakkah kamu sadar
Kebahagiaan mereka engkau gerogoti
Wahai tikus laknat
Masih adakah pelangi
Di istana megahmu
Masih adakah seberkas cahaya sunrise
Di balik gemerlapmu
Masih adakah semangat pejuang kemerdekaan
Di balik jas indahmu
Masih adakah sedikit harapan
Untuk kami
Rakyatmu ini
Untuk merasakan
Sedikit kabahagiaan
Atas jasa kami
Untuk Indonesia kami ini
Wahai kucing terhormat
Dimanakah engkau bersembunyi saat ini
Tidakkah kamu melihat tikus itu
Dia telah mencuri makanan kami
Burulah mereka
Kejar mereka
Basmi mereka
Berantas tikus-tikus laknat itu
Tapi……
Apakah kamu sanggup
Apakah kamu berani
Atau jangan-jangan….
Kamu sudah genjatan senjata dengan tikus itu
Arrgghhh……
Kuharap kamu mampu
Kuharap kamu berani
Karena aku
Percaya kalian…!!!


Nama : Kevan Dharma

No. BP :0810452020

Prodi : Sistem Komputer

Fakultas : MIPA
KORUPSI BUKAN BUDAYA KAMI

“Korupsi Bukan Budaya kami”
Harapan anak negeri wahai ibu pertiwi..
Pemimpinmu telah berkuasa..
Tanpa mata, telinga, dan berdiri berpijak dimuka anak negeri..
Setitik jalan yang akan terus kau temukan wahai ibu pertiwi..
Mana sayup-sayup pejuangmu di kala bergejolak ingin satu kata ?
Tak bisakah kau rasakan denyut nadi itu kembali?
Tak berdarah, tak bercahaya, dan kelam menantang terang..
Dingin dan kaku, peganglah tangan negerimu wahai ibu pertiwi..
Telah lama kau biarkan darah ini mengalir di sungai – sungaimu..
Adakah kau dengar jeritan kelaparan anak-anak negerimu?
Telah hilang langit merah, tak berakhir pula keindahan di singasana pemimpin negeri..
Berapa lama lagi Indonesia cukup dengan satu kata yang hilang ?
Pemimpin negerimu lenyap..
Datang dengan diri terbawah, dan terpilih dari uang rakyat yang hilang..
Adakah kau dahulu mengajarkan KORUPSI wahai ibu pertiwi?
Tak beretika wahai ibu pertiwi..
Inikah yang ingin kau sampaikan untuk kesombongan anak negeri?
Bagai hujan di kala November, tak terlihat dan tidak pula disadari..
Merata, menghujam kota – kota di negerimu..
Wahai ibu pertiwi kembalikan kata itu kembali..
Hidupkan cahaya yang kelam..
Bimbinglah  dengan cara pejuang – pejuang yang berdarah hanya untuk menghidupkanmu di hati..
KORUPSI bukan budaya kami, tetapi mengapa ada didarah mereka?
Apakah mereka bukan bagian dari kami ?
Apakah kami berada disisi lain dari mereka?
Tak perlu menjadi seekor singa untuk membuktikan bahwa engkau ada..
Jadilah seperti udara tak terlihat, berharga, tapi tak pernah hilang untuk kehidupan yang setengah abadi..





Minggu, 08 Januari 2012

Catatan 26

RODA WAKTU 261211

Dari semua alasan yg masih tersisa aku sempatkan meninggalkan catatan di atas tulisan ini. Saat langkah merasa betah menyelusuri cerita masa lalu, saat itu semua membuat senyuman, tak aku siakan...agar  mempercepat gerak tapak ini menyisakan bekas, kelak. Terang...gelap...ada yang menyebutnya pilihan, ada juga yang membunyikannya sebagai sebuah perputaran. Pada kenyataannya kedua hal itu hanyalah salah satu alasan diantara banyak hal untuk kita tetap bersyukur bahwa detik ini masih bisa memasukkan oksigen dengan lancar kedalam jasad, mengalir dalam darah...hidup. Roda waktu akan setia berputar, menggilas semangat yang padam, lalu tercampakkan dari kehidupan? Setelah itu? akankah kita temukan pemenang?
tak perlu kuberikan banyak pertanyaan lagi, karena sebaris pertanyaan itupun...akan kau temukan berjuta jawaban yang berkait mengitarinya.


GENGGAMAN 261111



Menyimpan catatan lama itu serapi mungkin. Aku memulainya hari ini. Apakah begitu terlambat? Mataku menatap kelangit-langit kamar dengan bantuan sisa pantulan lampu jalan yang masuk di sela-sela ventilasi. Aku tanyakan seperti ini, sesopan mungkin…
“bagaimana aku harus tersenyum dan mengelegarkan tawaku ke langit sedangkan harus terusir dari perjuangan, perjuangan melawan takut dan ketidaksempurnaan?”
Katakan…bagaimana aku bisa menjawabnya sedangkan aku masih buta dengan kata-kata yang merangkai pertanyaan itu…
Disini hanya bisa duduk tersudut ditempat yg paling sepi….menertawakan bodohnya jiwa yang melekat di jasad ini.
Satu tanggapan berhasil menunda suaraku kali ini... "Coba pegang hati dan berikan satu pertanyaan yang kau genggam…kau bawa…kesiapapun itu"


ALUNAN SAMAR 261011

Tersesat di jalan yang aku paksakan arahnya
Tertegun dengan istilah yang artinya aku buat sendiri
Tenggelam dalam arus yang diciptakan
Marah ini dibalik tembok yang kuat
Dan biarkan menjadi kudapan malam
Bertahanlah sebentar, akan aku jelaskan sebaik mungkin
Tapi waktunya menjadi sempit nyaris tidak tersisa
Menghentakkan...
Lalu...tinggalkan aku disini....biarkan aku bercengkrama dengan kemunafikan
Sekali lagi..menjadi asing dalam tatapan yang menebas-nebas kegelapan
Alunannya masih terdengar samar-samar...kemudian menghilang
Aku hela napas panjang...esok akan lebih baik....
Semoga...


PETAKAN HIDUP  260911

Ditengah tujuan yang masih menatap gersang, semoga dapat selalu menyeimbangkan semangatmu
Cepatlah bangkit karena cerita esok tidak akan selalu sama, yang hanya diketahui oleh Rab-mu
Legakanlah kerut dikeningmu dari pertanyaan-pertanyaan itu, karena sesegera mungkin senyum itu akan terlukis dengan sendirinya
Tegapkan pandanganmu...
Bacalah berulang-ulang motivasi yang pernah engkau catat agar bisa mengaktualisasikan diri...agar kau tidak menjadi pecundang yang hanya menyia-nyiakan nafas yang engkau hirup setiap detik...
Petakan hidup untuk mimpi-mimpimu...dan jadilah sejarah yang akan memberikan manfaat untuk orang banyak
Paling tidak, usahamu akan dicatat sebagai ibadah diakhir nanti...dan tidak akan menjadi sia-sia jika ikhlas tetap menjadi kunci dari semuanya.


CATATAN MALAM SANG PEMIMPI 260811

Tak akan kutanggalkan sisa-sisa kisah yang masih menempel dalam perjalananku
Menapaki hujan yang jatuh disela-sela mimpi yang berlari-lari kecil
"Perlahan dengan mimpi-mimpi dikhayalanku..akan kutulis selalu dihatiku..kertas akan bertinta dengan warna-warni mimpi.
Ada yang tidak diketahui dihatiku, demi hidup, demi mimpi itu..perlahan"
Mencukupkan kelemahan...menepuk pundak sendiri untuk segera menatap dunia.
Ingin ketempat terjauh...merasakan langit yang berbeda...desiran angin yang melegakan.
Semangatku akan terus terakumulasi seiring dengan pengalaman yang aku temui..
Sinarnya dalam genggaman...tak berkedip...
yap.."demi hidup, demi mimpi itu..perlahan"


SERIBU BINTANG 260711

Aku tengadahkan kepala ini memandangi lukisan langit malam dari sang Pemilik Alam...
Indah... :)
Seribu bintang...
desiran anginnya berbisik membuat garis senyuman...lilin kecil untuk kelanjutan hidup esok hari..
Lalu terngiang teriakan2 mereka yang memberikan inspirasi dan semangat. Anugrah terindah dari setiap detakan napas yang berhembus.
Tak ingin berakhir tapi harus ingat setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan...datang..pergi..begitulah hidup yang di gariskanNya lalu akan kembali padaNya
"Hidup seperti penyelam yang mencari mutiara dilautan dalam.....bersyukurlah..."
kutipan motivasi yang begitu menyentuh...
lalu nasehat terakhir yang aku dengar "Hiduplah untuk orang lain maka kau akan menjadi besar bahkan ketika kau meninggal, tapi jika kau hidup untuk dirimu sendiri...maka kau akan menjadi kerdil sampai maut merenggut perjalananmu didunia"


SIKLUS PENGORBANAN YANG INDAH 260611

Menarik satu garis lurus...merentangkannya..dan diikatkan pada sebuah simpul-simpul mimpi..
Aku ingin pergi ke tempat terjauh...pada langit yg berbeda..
Tak perlu lagi aku menuntut karena masih banyak kewajiban yg belum aku selesaikan
Hidpku belum terlalu rapung untuk diangkat menjadi sebuah cerita
Hanya akan menambah deretan karya yg terlupakan
Ilmuku masih terlalu sempit......
Berjuang...& aku tak ingin bertengger pada pijakan yg salah..
Biarkan jiwa-jiwa pemenang memenuhi hati
dan didepan, cahaya itu akan indah pada waktunya...
sederhana-->siklus pengorbanan yang indah :)


CATATAN 11 MEI 2011 260511

"Lalu motivasi apa yang kau berikan minimal untuk dirimu sendiri?"
Aku paksakan mataku tetap terjaga mendengar syair demi syair cerita dari seseorang didepan sana
Tidak berkedip sedikitpun..tidak berubah satu derajatpun arah pandang kepadanya dan kemana ia mengarah maka aku pindahkan koordinat mataku ketempat ia berdiri
Sungguh tak pernah berharap dia mengetahui keberadaan orang yang melihatnya dari arah ini..dari titik ini...
Dia hanya akan tetap bercerita tentang sejarah hidupnya...membangunkan mereka yang terlupa dan tertidur pulas
Lidahnya beradu dengan langit-langit kemudian mengeluarkan bunyi dari pita suara yang menggantung dilehernya dan...
"belum tau apa yang akan terjadi dalam hidupmu...tapi peluang baik itu pasti ada...desain nasib sendiri dan tentukan startegimu masing-masing"
Ini bukan dongeng...
Telah digadaikannya semua cerita yang mungkin bagi kebanyakan orang sangat memalukan untuk dikisahkan...
Dan dia menjanjikan untuk pergi saat tugasnya berakhir


ALUVIAL 260411


Lalu aku akan bergelut dengan misteri malam
Memahami desiran angin yang menyisir pendengaranku
dan akan mengalir dengan jalan pikiranku sendiri
Aliran yang terbentuk dari kemampuanku memahami setiap gelombang yang menembus sel-sel pikiranku
Belum berakhir pada satu kesimpulan
Aku terjemahkan menjadi paragraf-paragraf dengan kalimat yang tidak menyulitkan
Tapi yang tersirat mungkin lebih bisa kupahami dari pada yang tertulis ini.
Setapak demi setapak akan dilalui
Aku bungkus dengan apik ukiran yang mengiringi perjalanan itu
Aku menunggunya pada satu sisi disini
Suatu saat...
Namun tak harus  ada kekecewaan jika tatapan itu tak pernah mengarah  padaku lagi


LANGIT YANG SAMA 260311

Aku tuliskan rangakaian huruf ini menjadi beberapa kalimat yang mungkin tidak bisa mewakili tentang sesuatu
Ada cerita dalam langkah yang telah terbentuk
Terpejam tapi bukan buta
Terdiam tapi bukan bisu
Tak ada satupun panca indera yang bisa ku aktifkan untuk kembali ke waktu itu
Tapi bisa kurasakan...begitu dekat...

Langit yang sama...
Masih membeku dalam tatapan yang sama
Sungguh tak ingin berlama-lama disini...berlari secepat mungkin
Dan akan kulihat senyuman yang kukenal diujung sana

Hari ini...lebih dari sekedar cerita


LINGKARAN MIMPI 260211

Disana ada jalan setapak, melingkar membentuk garis mimpi
Ditemani dinding-dinding alam, memagari beranda dari kisah yang telah terukir
Desahan napas yang berpacu melewati batu cadas, namun sesekali kerikil mengintai
Debu-debu mimpi berterbangan...terlepas...lalu perlahan kembali berkumpul membentuk sebuah gumpalan yang siap dibenturkan pada takdir
Rangkaian huruf telah disusun menjadi ayat-ayat yang eliptis dan misterius
Dikirimkan dalam antrian panjang menuju suatu tempat yang memastikan sebuah kemenangan
Lamat-lamat  kuperhatikan semuanya kearahku
Namun tak kunjung sampai
Kini, dapat kubisikkan sesuatu...kemenangan bercerita tentang 2 hal, hanya milik mereka yang menggenggamkan tangan dan berlari kearah itu, atau tidak sama sekali
Lama terdiam....
Tapi percaya akan ada senyuman suatu saat nanti


TENTANG SESUATU 260111

Merebahkan penat ini dalam rangkaian aksara yang mungkin bisa membuat sebuah senyuman
Masih mencoba bertarung dengan waktu dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang tidak pernah terjawab
Sesekali merasakan semangat yang kuat...begitu kuat...
Tapi terdiam...dan kemudian memahami bahwa kelemahan dan kesedihan itu belum pergi dan masih berdiri disitu menertawakan semuanya...
Dibawah titik nadir...begitu getir...begitu meringis melihat waktu yang terus berubah tanpa ada yang berubah..
Kesimpulan yang benar dari kejadian yang salah
atau kesimpulan yang salah dari kejadian yang benar...
Merantai pikiran dan perasaan...terfokus pada satu titik yang memilukan...
Dan disini...masi tetap terdiam...



NOTHING 261210

Membenamkan pikiran dalam sebuah rekaman yang rasanya sulit terhapuskan
Ada senyuman...ada juga air mata yang terjatuh...
Rangkaian cerita yang tidak mudah untuk dimengerti..
Jawaban yang tidak memberikan jawaban dengan pasti
Masih menjadi misteri dan biarkan tetap menjadi misteri untuk malam ini dan malam-malam sesudah ini.
Harusnya pergi sejak kata jauh itu terucap...harusnya begitu...
Tapi kelemahan masi mengendalikan hati
Yang tersimpan akan tetap tersimpan

Muliakanlah perempuan...jangan sakiti dengan alasan pembenaran.
Pejamkan mata dan coba rasakan keadaan yang sedang dijalani.
Bukan tentang salah atau benar.
Berhentilah sejenak dan pahami